Pada awal tahun 2025, inflasi Wilayah kota Serang menunjukkan tekanan deflasi. Januari mencatat deflasi cukup dalam sebesar -1,3%, diikuti Februari dengan -0,85%, yang mengindikasikan pelemahan permintaan atau penurunan harga pada berbagai komoditas.
Kondisi ini berbalik tajam pada Maret, ketika inflasi melonjak signifikan hingga 2,15%, menjadi angka inflasi bulanan tertinggi sepanjang tahun. Tren inflasi masih berlanjut pada April sebesar 1,56%, meskipun lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.
Memasuki Mei, inflasi kembali melemah dan berubah menjadi deflasi sebesar -0,52%, menandakan penyesuaian harga setelah lonjakan pada bulan-bulan sebelumnya. Pada Juni dan Juli, inflasi relatif stabil dan rendah, masing-masing sebesar 0,32% dan 0,24%, mencerminkan kondisi harga yang lebih terkendali.
Pada Agustus, kembali terjadi deflasi ringan sebesar -0,1%, sebelum inflasi bergerak positif namun sangat moderat pada September sebesar 0,11%. Oktober menunjukkan peningkatan inflasi menjadi 0,61%, yang mengindikasikan mulai adanya dorongan permintaan atau kenaikan harga menjelang akhir tahun.
Sementara itu, inflasi pada November tercatat 0,18%, dan kembali meningkat pada Desember menjadi 0,48%, yang lazim terjadi akibat peningkatan konsumsi akhir tahun.
Secara keseluruhan, inflasi bulanan 2025 bersifat fluktuatif, dengan beberapa periode deflasi dan lonjakan signifikan di awal tahun, namun cenderung stabil dan terkendali pada paruh kedua tahun.